Ketua Dewan Penasihat Lembaga Bantuan Hukum PB NU mendoakan agar Kiai Hasyim mendapat tempat terindah di sisi Tuhan.
"Innaa lillaah wa inna ilaihi raji'un. KH Hayim Muzadi telah wafat pagi ini jam 6.15. Semoga mendapat surga-Nya. Kita pun akan lewat jalan yang sama (meninggal)," ujarnya dalam akun Twitter @mohmahfudmd, Kamis (16/3).
Dalam pandangan Ketua Dewan Kehormatan Ikatan Sarjana Nadhlatul Ulama (ISNU), Kiai Hasyim merupakan tokoh yang bisa mencontohkan mengenai hidup dalam bingkai keindonesiaan dan keislaman, yang damai dan berprinsip.
Ceramah-ceramah Kiai Hasyim terbilang santai, tapi penuh dengan substansi bagaimana agama dihayati dengan damai dan toleran.
"KH Hasyim Muzadi kalau berceramah kocak tapi tak sembarang melucu. Melucunya penuh makna substantif. Agama dihayatinya dengan damai dan toleran.
Informasinya, jenazah Kiai Hasyim akan diberangkatkan ke Ponpes Al-Hikam Depok, Jawa Barat dari Malang siang sesudah shalat Dzuhur. Dan akan dishalatkan di Masjid Al-Hikam setibanya di pesantren.
KH. Hasyim Muzadi lahir di Bangilan, Tuban, 8 Agustus 1944 (72 tahun). Saat ini Kiai Hasyim menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden.
Sebelumnya, KH. Hasyim Muzadi sempat dirawat di ruang ICU RS Lavalette, Kota Malang, karena menderita komplikasi penyakit. Setelah keluar dari ruang ICU, Kiai Hasyim memilih untuk beristirahat di rumah sambil melanjutkan perawatan.
[ian]
BERITA TERKAIT: