Keempat dokumen tersebut akan ditandatangani oleh para pejabat setingkat Kepala Negara untuk mendorong kawasan Samudera Hindia menjadi damai, stabil dan sejahtera.
Begitu kata Direktur Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri, Siti Sofia Sudarma dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/3).
"Keempat dokumen yang dihasilkan itu meliputi IORA Concord, IORA Action Plan, IORA Declaration on Preventing and Countering Terrorism and Violent Extremism dan yang terakhir Joint Declaration of the IORA Business Community to Build Partnerships for a Sustainable and Equitable Economic Growth," ujarnya.
“Keempat dokumen itu sudah dibahas pada pertemuan tingkat pejabat tinggi di hari Minggu (5/3) dan sudah mendapatkan dukungan dari 21 negara anggota IORA dan 7 mitra dialog,†lanjut Siti.
Dijelaskan Siti bahwa secara berjenjang keempat dokumen akan didiskusikan pada level menteri di hari Senin. Setelah tingkat Menteri, nanti disahkan pada tingkatan kepala negara atau perdana menteri pada hari ini, Selasa (7/3).
Lebih lanjut, Siti menjabarkan masing-masing dokumen tersebut. IORA Concord atau Jakarta Concord merupakan dokumen strategis yang berisi visi dan norma kerja sama IORA ke depannya untuk memperkuat arsitektur regional dalam menghadapi tantangan masa depan.
Sementara IORA Action Plan memuat aksi implementasi dari Jakarta Concord dan memperkuat implementasi komitmen área prioritas dan lintas sektoral.
IORA Declaration on Preventing and Countering Terrorism and Violent Etremism merupakan dokumen yang menyepakati bersama negara-negara anggota IORA mengenai pentingnya memerangi terrorism dan kekerasan ektrimis.
"Dokumen terakhir, Joint Declaration of the IORA Business Community to Build Partnerships for a Suistanable Economic Growth memperkuat kerjasama dan kemitraan untuk perluasan dan diversikasi perdagangan dan investasi, dengan UKM sebagai fokusnya," jabar Siti.
[ian]
BERITA TERKAIT: