Demikian disampailan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat penutupan Rapat Kerja Nasional Relawan Perjuangan Demokrasi yang dihadiri 20 DPD Repdem, di Hotel Grand Alia, Cikini, Jakarta (Sabtu, 4/3).
Kepada para kader Repdem, Hasto mengatakan bahwa mata rantai sejarah perjuangan kemerdekaan disusun sejak ratusan tahun lamanya. Dan Proklamator Bung Karno menegaskan bahwa hanya bangsa yang berani meletakkan nasib di tangan sendiri yang akan berhasil.
"Karena itu, seluruh kader Repdem harus ingat dan tanamkan dalam-dalam bahwa semangat Berdikari, budaya gotong royong harus dijalankan dalam jengkal-jengkal perjuangan," ucapnya.
Hasto meyakini, langkah Repdem dengan semua kekuatannya akan tegap dan kuat untuk bercengkrama bersama masyarakat di bawah.
"Repdem harus terjun langsung bersama-sama dengan rakyat. Mendatangi masyarakat dengan semangat gotong royong, persatuan, dan menjalankan penuh ideologi Pancasila," ujarnya.
Ideologi perjuangan PDIP juga sudah dirumuskan dengan baik, di mana Pancasila menjadi dasar kekuatan.
"Hanya bangsa yang berani meletakkan nasib di tangan sendiri yang akan berhasil. Semangat ini menjadi kekuatan Repdem," kata Hasto.
Menurut Hasto, sikap tak diam melihat ketidakkeadilan merupakan pengamalan dari Pancasila yang digali dari bumi Indonesia, menjadi ideologi bangsa.
"Jangan hanya sekadar berucap. Tapi penting diamalkan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Jalan politik kita yang berkeadaban. Bukan menang-menangan, apalagi menghina. Bung Karno memperjuangkan kepentingan bangsa. Mendedikasikan hidupnya untuk bangsa dan negara," bebernya.
‎Dia pun mencontohkan salah satu sikap negarawan Bung Karno saat membangun Masjid Istiqlal. Menurutnya, proklamator tersebut tidak memandang suku maupun agama dari arsitek yang membangun salah satu bangunan kebanggaan Indonesia.
"Arstitekturnya Silaban beragama Kristen, termegah di Asia (ketika itu). Bung Karno juga membangun peradaban Islam‎. Jadi kita tunjukkan nilai Ketuhanan dengan PDIP membumikan Pancasila. Nilai Ketuhanan itu artinya tak ada egoisme antar manusia. Yang ada semangat musyawarah dan kebersamaan," tegas Hasto.
[wah]
BERITA TERKAIT: