Begitu tegas Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menanggapi pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menyebut memilih pemimpin berdasarkan pertimbangan agama adalah melanggar konstitusi.
Menurutnya, agama di negara ini telah tumbuh seiring dengan kehidupan berbangsa. Sehingga, pernyataan Ahok tersebut sangat tidak berdasar dilontarkan di negeri ini.
"Dasarnya dari mana? UUD 1945 saja pembukaannya berkat rahmat Allah Yang Maha Esa, Pasal 29 tentang agama. Pancasila, sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa," ujarnya saat ditemui di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya 62, Jakarta Pusat, Selasa (14/2).
Dijelaskan Haedar bahwa pernyataan Ahok itu justru mencerminkan bahwa mantan bupati Belitung Timur tersebut tidak memahami demokrasi yang tumbuh subur di Indonesia.
"Siapa pun dia yang berkata seperti itu, tidak paham demokrasi yang hidup subur di Indonesia," pungkasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: