Perbedaan hasil survei adalah hal biasa, dan nanti akan diuji pada kenyataan.
Demikian disampaikan politisi Partai Demokrat Andi Arief dalam perbincangan pagi ini (Senin, 23/1).
Pernyataan Andi Arief ini sebagai komentar atas kecaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo terhadap berbagai lembaga survei politik.
"Saya tidak sependapat dengan Pak Pak Prabowo dan Gerindra (yang mengatakan) bahwa survei adalah pesanan hanya karena Anies dan Sandi tidak unggul," kata Andi Arief.
"Terlalu prematur (menyalahkan lembaga survei)," sambungnya.
Sampai hari ini satu-satunya lembaga survei politik yang menempatkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di posisi teratas adalah Populi Center.
"Meski Sunny Tanuwidjaya di belakang Populi, tapi sebagai sebuah survei kita hormati dan hanya jadi pembanding data survei yang lain," masih kata Andi Arief.
"Kita tahu lembaga survei lain Charta, Indikator, Poltracking, LSI Denny JA, Kompas, Grup Riset Potensial (GRP) sejak Desember menyampaikan hasil survei yang memperlihatkan bahwa AHY di urutan pertama, disusul Ahok dan Anies," demikian Andi Arief.
[dem]
BERITA TERKAIT: