GP Ansor: Boarding School Lebih Baik Ketimbang Full Day School

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 01 November 2016, 01:58 WIB
GP Ansor: <i>Boarding School</i> Lebih Baik Ketimbang <i>Full Day School</i>
Foto/Net
rmol news logo . Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor menilai model pendidikan boarding school lebih baik ketimbang full day school.

Sebagaimana diketahui, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy sudah mewacanakan kepada publik bahwa Pemerintah akan memberlakukan kebijakan full day school untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah (SD, SLTP dan SLTA). Dan dalam berbagai pemberitaan di media massa, Presiden Joko Widodo mendukung rencana kebijakan ini. Bahkan informasinya, sedang disiapkan Peraturan Presiden sebagai payung hukum pemberlakuan full day school.

Ketua Bidang Pendidikan dan Tenaga Kerja Pimpinan Pusat GP Ansor, Mohammad Amin menyebutkan GP Ansor setuju bahwa orientasi pendidikan harus diarahkan tidak hanya pada aspek pembelajaran ilmu pengetahuan saja, tetapi juga pada pendidikan karakter siswa. Terutama pada karakter personal untuk mengedepankan etika dan etos kerja, karakter sosial untuk peduli pada sesama dan toleran, serta karakter nasionalisme, cinta Tanah Air dan Bangsa Indonesia.

GP Ansor berpendapat bahwa model pendidikan setengah hari yang selama ini berjalan di sekolah-sekolah formal tidak cukup efektif untuk mewujudkan orientasi pendidikan yang komprehensif. Dalam perspektif ini, model pendidikan full day school memang lebih baik dari model pendidikan setengah hari. Namun, full day school juga bukan model pendidikan terbaik.

"Bagi GP Ansor, model terbaik pendidikan di Indonesia adalah model boarding school," kata Mohammad Amin, Selasa (1/11).

Jelas dia, Jam'iyyah NU sudah mempraktekkan model pendidikan boarding school ini sejak ratusan tahun lalu melalui pondok pesantren.

"Kalau ingin mengetahui kualitas lulusan pondok pesantren, silahkan dibandingkan tingkat penguasaan keilmuan, akhlak dan nasionalisme lulusan pondok pesantren yang telah menempuh pendidikan selama 12 tahun, dengan lulusan pendidikan lain dalam jangka waktu yang sama. Umumnya alumni pondok pesantren akan lebih unggul," papar Mohammad Amin.

Oleh karena itu, GP Ansor mengusulkan agar model pendidikan yang diterapkan secara nasional adalah model pendidikan boarding school, bukan hanya full day school.

"Kalau Pemerintah menganggap masyarakat belum siap dengan pemberlakuan model pendidikan boarding school, GP Ansor mengusulkan agar konsep full day school yang ingin diterapkan dimaksudkan sebagai sarana antara untuk menuju pemberlakuan boarding school," demikian Mohammad Amin. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA