Dalam aksinya, para aktivis membawa sejumlah spanduk yang berisi tuntutan seperti "Pilkada DKI Jujur: DKI Aman, Pilkada DKI Jangan Dicurangi" dan "PLT Gubernur DKI Soni Sumarsono Jangan Berpolitik".
‎"Soni Sumarno harus menjaga sikapnya menjadi PLT DKI.‎ Sebagai PLT, dia harus independen dan tak memihak. Juga harus menjaga netralitas PNS di lingkungan Pemprov DKI Jakarta," ujar Himawan Sutanto aktivis Prodem 80 yang turut dalam aksi‎ tersebut di Bundaran HI, Jakarta Pusat.
‎Himawan menilai, ada potensi dan gelagat Pilkada DKI akan berjalan dengan tidak fair.‎ Dia mengingatkan,‎ meskipun PLT Gubernur DKI berlatar belakang organisasi dan kampus yang sama dengan salah satu peserta Pilkada DKI, yakni Cawagub nomor urut dua, Djarot Syaiful Hidayat, Soni harus menjaga independensinya dan tak memihak.
Selain itu, Himawan menambahkan, di sejumlah media media sosial, ada akun yang termasuk dalam tim monitoring Pilkada dari Kementerian Dalam Negeri yang cukup menggangu dan menimbulkan pertanyaan publik. Lantaran, terkesan berpihak kepada kelompok dan calon tertentu.
"Semestinya, semua perangkat dan lembaga yang berkait dengan berlangsungnya Pilkada dapat menunjukan sikap independennya. Jangan membela dan terang-terangan mendukung," ungkapnya.
Sementara itu, ‎Irwansyah, aktivis 98 korban penembakan Semanggi 2 juga turut mendukung aksi tersebut. Dikatakannya, sebagai orang yang tumbuh besar dan pemilik suara DKI, ia tidak akan ikhlas jika demokrasi dan kebebasan yang dulu diperjuangkannya dirusak.
"Saya berharap proses Pilkada baik di DKI dan daerah lainnya berjalan
fair. Saya tidak ikhlas jika demokrasi diberangus dengan cara-cara curang," tegasnya.‎
[dem]
BERITA TERKAIT: