Awas, Lembaga Survei Abal-abal Gentayangan

Warning Sekjen PDIP

Kamis, 06 Oktober 2016, 09:29 WIB
Awas, Lembaga Survei Abal-abal Gentayangan
Hasto Kristiyanto/Net
rmol news logo Sejumlah kalangan mewanti-wanti munculnya lembaga survei abal-abal di pilkada serentak tahun depan. Keberadaan lembaga survei tak jelas ini bisa menimbulkan hal negatif.

Demikian warning Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, di Jakarta, kemarin.

Menurut Hasto, keberadaan sejumlah lembaga survei di satu sisi membantu dalam pilkada. Tapi, terkadang lembaga survei bisa menimbulkan kerancuan, bahkan tak jarang memicu konf­lik ketika hasilnya berbeda den­gan fakta di lapangan.

"Kredibilitas lembaga-lembaga survei akan dipertaruh­kan pada saat pelaksanaan pilkada serentak 2017 nanti," kata Hasto.

Hasto menyebutkan, laporan hasil kerja lembaga survei yang dipublikasikan belum tentu aku­rat. Sebagai bukti paling jelas adalah ketika Pilgub DKI Jakarta 2012, dimana mayoritas menya­takan pasangan Jokowi-Ahok akan kalah. Padahal, faktanya, pasangan itu justru menang.

Bagi Hasto, dari berbagai pengalaman politiknya, memang ada lembaga survei dipesan untuk mengeluarkan hasil kerja dengan tujuan mengarahkan opini. Kerja itu akan dimulai dengan cara membangun metod­ologi penelitian mereka.

"Merancang hasil survei se­suai keinginan pemesan bukan sulit bagi mereka, tapi itu salah," ujarnya.

Sebagai petinggi parpol nasional, Hasto mengakui kerap kali disodori ide-ide demikian dari para pelaku lembaga survei itu sendiri.

"Kita belajar dari pengala­man, bahwa ada lembaga survei yang memang hanya digunakan untuk mengklaim kemenan­gan. Seringkali manipulasi di­lakukan dengan membocorkan data tempat dimana responden akan diperoleh sesuai keinginan jawaban yang diharapkan," ungkapnya.

Karenanya, lembaga survei saat ini sedang menghadapi ujian berat dalam mempertahankan kredibilitas mereka sebagai Lembaga yang objektif dlam menyampaikan hasil survei. "Makanya kredibilitas lembaga survei dipertaruhkan benar di ajang pilkada ini," tegasnya.

PDIP sendiri selalu mementingkan kejujuran, dan lebih mengandalkan kekuatan mesin partainya untuk memenangkan pertarungan di pilkada.

"Kami lebih mementingkan kekuatan mesin partai bersama rakyat di lapangan. Survei hanya kami jadikan alat untuk me­mantau kondisi di lapangan," pungkasnya.

Anies-Sandiaga Gaet Tiga Lembaga Survei

Pasangan bakal calon Gubernur-calon Wakil Gubernur DKI, Anies Baswedan-Sandiaga Unobakal menggandeng ti­ga lembaga survei. Sekretaris tim kampanye Anies-Sandiaga, Syarif menyampaikan, lembaga survei yang ditunjuk itu segera turun ke lapangan untuk melaku­kan survei.

Menurutnya, tim Anies-Sandiaga menggandeng lembaga survei untuk mencari referensi atau rujukan guna memperkuat strategi dalam meningkatkan elektabilitas Anies-Sandiaga.

"Mungkin minggu-minggu depan sudah ada ya (lembaga survei). Tapi kami pastikan kalau lembaga survei ini kredibel dan memiliki catatan, rekam jejak yang baik," ujar Syarif di Posko pemenangan Anies-Sandiaga, Menteng, Jakarta, kemarin.

Syarif menambahkan, ketiga lembaga survei itu tidak akan mengeluarkan hasil survei ber­barengan. Pihaknya akan mem­bagi berdasarkan tahapan.

Tahapan pertama akan di­lakukan ketika kampanye ber­langsung, sedangkan survei se­lanjutnya dilakukan pada tahap pencoblosan.

"Mengangkat elektabilitas itu kan dengan melakukan survei, melihat keinginan masyarakat seperti apa juga nelalui survei. Tapi sekali lagi, survei bukan buku suci atau pedoman," ujar Syarif. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA