Demikian disampaikan penggagas gerakan Indonesia Tanpa Diskriminasi yang juga pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA. Denny JA perlu menjelaskan hal ini sebab ada kesalahpahaman terkait dengan persoalan SARA dab diskrmininasi.
"SARA yang dilarang itu yang
hate-speech, fitnah, dan aneka hal yang menjadi bagian hukum kriminal. Namun SARA dimana suku hispanik mengimbau kepada sesama suku hispanik di Amerika agar tidak memilih Trump, itu bagian dari kebebasan berpendapat dan hak asasi. Melarang itu melanggar hak asasi," jelas Denny JA dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 6/10).
Masih di Amerika Serikat, sambung Denny JA, muslim mengimbau sesama muslim agar tak memilih Donald Trump sebab memiliki sentimen anti-Islam yang kuat. Imbauan warga yang beragama Islam ini tentu saja bagian dari bagian hak asasi.
"keduanya, imbauan suku hispanik maupun muslim, dibolehkan dan terus berjalan di Amerika Serikat," ungkap Denny JA.
Menurut Denny JA, diskriminasi yang tidak boleh adalah campur tangan pemerintah yang membedakan hak warga hanya karena identitasnya. Namun kelompok sosial, seperti Koalisi Kristen yang mengimbau member-nya agar memilih George Bush karena lebih mewakili nilai kristiani, itu juga bagian dari hak asasi.
"Christian coalition dibolehkan berkampanye berdasarkan basis agamanya. Itu bagian dari kebebasan berpendapat. Ini yang perlu jernih dipahami. Koreksi saya jika salah," demikian Denny JA.
[ysa]
BERITA TERKAIT: