Pasalnya, memimpin ibu kota sama halnya dengan memimpin miniatur Indonesia dengan permasalahan kompleks yang diliputi beragam etnis dan agama yang menjadi ciri khas dan pembeda dari daerah lain. Untuk itu dibutuhkan pengalaman, gagasan, keberanian dan sikap ketauladanan dalam memimpin Jakarta.
"Dari ketiga pasangan cagub DKI yaitu Ahok, Agus dan Anies yang dinilai memiliki pengalaman dalam memimpin birokrasi dan mempunyai prestasi tidak lain adalah Ahok dan Anies. Dibanding dengan Agus yang masih dalam tahapan belajar dalam menata birokrasi, karena dalam hal ini birokrasi sipil dan militer sangatlah berbeda," jelas Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI) Panji Nugraha kepada redaksi, Kamis (6/10).
Dia menjelaskan, dari pengalaman Basuki Tjahhaja Purnama (Ahok) dua tahun memimpin Jakarta sama halnya dengan pengalaman Anies Baswedan dua tahun memimpin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hal tersebut dapat dilihat dari segudang prestasi keduanya dalam menata, merencanakan dan mensukseskan program kerja di bidang masing-masing. Tetapi, dari segi keberhasilan, jika dibandingkan atau head to head maka keberhasilan Anies jauh lebih baik dari Ahok.
Sebagai perbandingan, penyerapan anggaran Kemendibud pada 2015 sekitar 92,4 persen, jauh dibanding dengan penyerapan APBD DKI Jakarta 2015 sekitar 19,39 persen yang termasuk salah satu penyerapan anggaran terburuk di bawah Papua yang sekitar 21,74 persen.
Untuk sebutan tokoh anti korupsim, Anies Baswedan secara data dan pengalaman juga lebih unggul dibanding Ahok. Dapat dilihat sepak terjang Anies dalam Gerakan Anti Korupsi seperti menjadikan mata kuliah anti korupsi di Universitas Paramadina, ikut andil di Tim 8 KPK dalam kasus cicak versus buaya, dan pernah menjadi ketua Komite etik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Panji menambahkan, dilihat dari track record pasangan cagub secara fakta dan data adanya keunggulan yang dimiliki Anies dibanding calon lain seperti Ahok dan Agus. Bahkan jika dibandingkan prestasi secara personal dan kempimpinan Anies unggul head to head ketimbang Ahok.
"Jadi sangat masuk akal apabila masyarakat dan tokoh-tokoh menyebut Anies adalah antitesa Ahok, bahkan lebih baik dari calon lainnya," tegas Panji.
[wah]
BERITA TERKAIT: