Dalam kesempatan itu, Tjahjo menyampaikan sejumlah pesan kepada jajaran pejabat dan staf di lingkup Kemendagri untuk turut serta memperkokoh persaudaraan antarsesama sebagai satu bangsa dan negara Indonesia tanpa memandang agama, suku dan kepercayaan.
"Upaya menghilangkan Pancasila terus menerus menjadi cobaan bangsa kita. Sekarang pun masih ada yang secara terang-terangan maupun tertutup atau halus-halus menolak Pancasila," kata dia dalam sambutan upacara.
Padahal, pada prinsipnya, lanjut Tjahjo, negara ini telah mempunyai Pancasila sebagai dasar negara. Negara yang merdeka, berdaulat, mandiri dan berkepribadian. Sekarang bagaimana sila-sila dalam Pancasila itu bisa diimplementasikan dalam pengambilan putusan politik dan keseharian.
"Saya kira kesepakatan bangsa ini didukung TNI/Polri dan seluruh elemen masyarakat kita harus berani tentukan sikap siapa lawan dan kawan yang ingin memecah kita dan mengganti Pancasila," ujar dia.
Tjahjo menambahkan, Kesaktian Pancasila adalah sebuah tragedi dalam upaya menggagalkan dan mengganti Pancasila sebagai dasar negara. Hal ini menunjukan bangsa ini masih rentan dan mudah terpengaruh oleh provokasi baik dari luar maupun dalam negeri.
Dalam upacara tersebut seperti dilansir dari laman
kemendagri.go.id, selain staf di lingkungan Kemendagri, sejumlah praja IPDN turut serta mengikuti peringatan tersebut. Mereka menjadi petugas upacara. Sedangkan Sekjen Kemendagri Yuswandi A Temenggung membacakan teks Pancasila. Sedangkan, Dirjen Polpum Kemendagri membacakan teks UUD 1945.
[rus]
BERITA TERKAIT: