Begitu dikatakan pengamat politik Sebastian Salang di sela diskusi 'Siapa Tangguh di Jakarta? Adu Program, Visi dan Tanpa SARA' di Menteng East, Jalan Agus Salim, Jakarta (Minggu, 25/9).
"Mungkin Anies bilang mau melayani rakyat Jakarta. Tapi di sisi lain publik akan mengatakan semuanya mau nih si Anies," ungkapnya.
Pernyataan Sebastian terkait dengan sikap politik Anies yang kerap berubah pada setiap kesempatan. Anies sebelum berada di pemerintahan sempat mengikuti kontestasi konvensi calon presiden Partai Demokrat. Saat proses itu gagal, Anies kemudian merapat ke Joko Widodo (Jokowi).
"Dia gabung Jokowi dan langsung jadi tim inti, kemudian jadi menteri. Begitu diberhentikan oleh Jokowi, dia merapat ke Prabowo dan langsung dicalonkan. Dulu dia memaki Prabowo, eh sekarang mau diusung oleh Prabowo. Baru diberhentikan Jokowi, eh sudah dekati lawan politik Jokowi," jelasnya.
Dia memastikan bahwa pergerakan politik Anies juga akan menjadi titik lemah di mata masyarakat, utamanya kalangan muda. Godaan kekuasaan membuat karakter mantan rektor Universitas Paramadina itu mulai memudar.
"Ini bisa melunturkan kepercayaan anak muda. Karena ternyata sosok yang diidolakan bisa ke sana kemari demi kekuasaan. Mereka akan bilang ternyata Anies bukan sosok pemimpin yang punya karakter," tandas Sebastian yang juga koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi).
[wah]
BERITA TERKAIT: