"Silakan kritik, kalau saya kasar tolong jangan lihat YouTube 3 tahun lalu. Lihat dong yang 1 tahun ini, yang sudah beda," ujarnya saat konferensi pers di Kantor DPP Nasdem, Cikini, Jakarta, Rabu (21/9).
Ahok menganalogikan, sikapnya yang kasar itu dengan cerita komedian dunia Charlie Chaplin. Pantomim ternama itu pernah membawa lawakan yang sama kepada penontonnya selama 3 kali berturut-turut.
Di pertemuan pertama, lanjut Ahok, orang banyak yang tertawa ka‎rena lucu. Di pertemuan kedua, tinggal beberapa yang tertawa, sementara di pertemuan ketiga nyaris semua tidak tertawa karena sudah bosan.
"Jadi kelemahan kami ini jangan diinget-inget terus biar nggak jadi benci. (Seperti lawakan Chaplin) kelemahan kami itu harus dilupakan, dibuang untuk tatap masa depan lebih baik," tandasnya.‎
[sam]
BERITA TERKAIT: