Dijabarkan Rizal, masalah kemacetan pada dasarnya dikarenakan tidak adanya sistem transportasi publik yang baik. Padahal semua kota besar di dunia sudah memiliki transportasi publik yaitu subway, MRT, dan bus yang memadai.
Maka dari itu, mantan Menko Maritim dan Sumber Daya tersebut berencana melanjutkan proyek subway Jokowi agar bisa terintegrasi ke semua penjuru Jakarta.
"Pak Jokowi sudah memulai membangun subway dari selatan ke utara, tapi ini hanya satu garis saja. Jadi kalau ada 50 ribu orang naik dari selatan turun di HI ya pasti akan macet di sana. Jadi hanya memindahkan kemacetan saja," tuturnya saat menggelar evening coffee bersama awak media di Tebet Barat Dalam IV Nomor 5, Jakarta, Minggu (18/9) malam.
Subway yang terintegrasi ini kemudian akan dibangun ring road. Sehingga memudahkan orang untuk berpindah dari satu titik ke titik lain di Jakarta.
"Jika itu kita lakukan akan mengurai kemacetan di Jakarta," sambungnya.
Subway bawah tanah memang berbiaya dua kali lipat lebih mahal ketimbang di permukaan. Tapi, kapasitas penguraiannya bisa mencapai empat kali lipat. Selain itu, ruang bawah tanah subway juga bisa diberikan kepada pedagang kaki lima dan Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk berbisnis.
"Seperti di Tokyo Station, disana ada puluhan ribu UKM. Jadi UKM tidak dibuang dipojokan kota, tapi kita taruh di pusat-pusat kota biar berkembang," tandas mantan kepala Bulog itu.
[wid]
BERITA TERKAIT: