Begitu kata ‎mantan jurubicara Presiden Abdurrahman Wahid, Adhie M. Massardi saat ditemui di kediaman istri Gus Dur, Sinta Nuriah Abdurrahman Wahid di Jalan Warung Silah, Ciganjur, Jakarta, Jumat (16/9).
"Di Jakarta Utara sudah mulai muncul gelombang seperti itu gara-gara mereka benci sama Ahok," ujarnya.
‎Satu-satunya cara untuk meredam letupan gelombang anti rasial ini adalah Ahok berhenti menebar permusuhan kepada masyarakat Jakarta. Ahok harus lebih santun dalam bersikap dan mendahulukan dialog saat akan mengambil keputusan yang bersentuhan dengan rakyat.
"Yang bisa menetralisir suasana ini ya Ahok sendiri, sehingga masalah berbau SARA ini bisa selesai. Atau, orang ini (Ahok) nggak boleh muncul lagi," sambung Adhie.
Aktivis Gerakan Indonesia Bersih (GIB) ini mengaku sempat mengingatkan Ahok soal masalah SARA di awal menjabat gubernur. Ia meminta Ahok agar bisa menjaga ‎warisan pluralisme Gusdur.
"Kita pernah ingatkan, 'Hok, kau ini kan produk perjuangan Gus Dur. Jadi jangan kau ru‎sak itu, jangan gara-gara kau tionghoa jadi jelek'," kenang Adhie.
‎Sayangnya, lanjut dia, Ahok tetep ngeyel dan masih urakan pimpin Jakarta. Ahok pun kini merasakan imbas dari kengeyelannya. Ia kini tidak berani menemui rakyat tanpa dikawal pasukan dalam jumlah banyak.
"Dia sekarang juga mulai ketakutan. Bahkan untuk acara seremonial dan tinjauan-tinjauan saja, dia harus dikawal 50 brimob," tandasnya.
[sam]
BERITA TERKAIT: