PILKADA DKI 2017

Ahok Harus Belajar Cara Bung Karno Berdialog Dengan Rakyat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Kamis, 15 September 2016, 19:33 WIB
Ahok Harus Belajar Cara Bung Karno Berdialog Dengan Rakyat
Ahok/Net
rmol news logo Pemerintah Provinsi DKI Jakarta seharusnya bisa bersanding dengan rakyat dalam menyelesaikan segala permasalahan yang ada. Dialog harus dilakukan sang gubernur jika kebijakan yang diambil menyangkut hajat hidup orang banyak.

Hal itu disampaikan kandidat gubernur DKI Jakarta yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN) Rizal Ramli dalam diskusi 'Jakarta Menggugat' di Gedung Juang, Menteng, Jakarta, Kamis (15/9).

Menurutnya, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok harus mencontoh cara Presiden Soekarno saat kebijakan membangun komplek olah raga Senayan.

"Bung Karno bangun Senayan pakai dialog, warga kemudian dipindahkan ke Tebet dengan senang hati. Tapi sekarang kok nggak pakai mufakat, nggak pakai dialog, langsung main gusur," sindir Rizal Ramli.

Ekonom senior Indonesia itu mengatakan, Ahok harus tahu kondisi warga Jakarta yang serba susah. Mulai dari berangkat kerja harus bergelut dengan kemacetan lalu lintas, hingga was-was terhadap ancaman banjir yang selalu menghantui.

"Jadi, Ahok sebagai gubernur jangan lagi membuat kondisi mereka semakin susah. Sudah rakyat susah, eh gubernurnya malah maki-maki rakyat. Wah, ini kan gokil (gila) banget," beber Rizal Ramli.

Dia menambahkan, Jakarta harus menjadi kota yang menyenangkan, sehingga, warganya tidak lagi penat dalam menjalani hidup. Setidaknya, ajaran untuk menjadikan warga Jakarta hidup senang pernah dicontohkan oleh seniman besar Betawi Benyamien Sueb dan mantan gubernur Ali Sadikin.

"Benyamien ajarkan kita bikin rakyat senang, Bang Ali ajarkan kita bikin rakyat gembira. Jadi saatnya kita tuntaskan Jakarta Menggugat. Kita tuntaskan si raja gokil di Jakarta, gusur si raja goki," jelas Rizal Ramli yang tergusur dari kursi Menko Kemaritiman dan Sumber daya lantaran menentang kebijakan reklamsi Teluk Jakarta. [wah]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA