Menurut Rizal Ramli, saat ini warga di pinggiran ibu kota dan banyak tempat lain masih kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Mereka bahkan harus membeli air untuk kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih mahal dari harga air di pusat kota.
"Rakyat di kampung dan pinggiran Jakarta masih beli air bersih pakai jerigen dengan harga dua kali lipat. Air mereka air permukaan yang sudah terkontaminasi, bukan air tanah yang bersih," jelasnya usai menerima deklarasi dukungan dari DPW Partai Amanat Nasional (PAN) di Kantor Ekomando, Kalimalang, Jakarta (Selasa, 13/9).
Rizal Ramli membandingkan kehidupan warga pinggiran ibu kota dengan mereka yang tinggal di apartemen. Penghuni apartemen dengan mudah mendapatkan air bersih karena memiliki alat yang mampu menyedot air tanah lebih dalam dan berkualitas baik.
"Untuk itu nanti kita kasih izin kampung-kampung di pinggiran buat sedot air bersih. Alatnya kita kasih kemudian air bisa didistribusikan ke warga," ujar mantan Menko Ekuin era Presiden Gus Dur tersebut.
Jika berbicara air bersih, maka antara mengambil air bersih dan menampungnya harus seimbang. Air hujan yang turun harus bisa ditampung dan diresap ke sumur resapan, sehingga pasokan air bersih di Jakarta tetap tersedia.
"Kita akan buat sumur resapan. Apartemen kita wajibkan untuk punya tampungan dan resapan air. Jangan Asal sedot doang, tapi juga harus isi," tegas Rizal Ramli yang didepak dari kursi Menko Kemaritiman dan Sumber Daya lantaran menentang proyek reklamasi Teluk Jakarta.
[wah]
BERITA TERKAIT: