PKS Tak Mau Dukung Ahok Bukan Karena Alasan Rasialis

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Minggu, 14 Agustus 2016, 00:45 WIB
PKS Tak Mau Dukung Ahok Bukan Karena Alasan Rasialis
Hidayat Nur Wahid/Net
rmol news logo . Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak mendukung Ahok bukan karena alasan rasialis, tetapi PKS menginginkan Jakarta dipimpin oleh orang yang lebih baik. Kriterianya jujur, tegas, santun, dan humanis.

"Kami dengan beberapa parpol tengah menjajagi sejumlah nama guna mencari calon pemimpin yang lebih baik," kata Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid di sela-sela acara sosialisasi empat pilar MPR RI di Padang, Sumatera Barat (Sabtu, 13/8).

Hidayat menyampaikan, masih banyak kandidat gubernur yang lebih baik dibanding Ahok, yang bisa bekeja dalam tim, tidak one man show atau ingin menonjolkan diri sendiri.  Dan yang juga tidak kalah penting adalah soal konsistensi.

Terkait dengan soal konsistensi, Hidayat memandang Ahok bukan orangnya. Ia mencontohkan sikap Gubernur DKI Jakarta itu yang menolak cuti selama masa kampanye Pilgub Jakarta 2017 mendatang. Padahal dalam Pilgub tahun 2012 lalu dia yang lantang meminta agar Fauzi Bowo mundur untuk menjaga netralitas birokrasi.

"Lha sekarang kok malah dia yang menolak. Padahal cuma cuti kampanye bukan mundur," demikian Hidayat. [ysa]RMOL/ Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak mendukung Ahok bukan karena alasan rasialis, tetapi PKS menginginkan Jakarta dipimpin oleh orang yang lebih baik. Kriterianya jujur, tegas, santun, dan humanis.

"Kami dengan beberapa parpol tengah menjajagi sejumlah nama guna mencari calon pemimpin yang lebih baik," kata Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid di sela-sela acara sosialisasi empat pilar MPR RI di Padang, Sumatera Barat (Sabtu, 13/8).

Hidayat menyampaikan, masih banyak kandidat gubernur yang lebih baik dibanding Ahok, yang bisa bekeja dalam tim, tidak one man show atau ingin menonjolkan diri sendiri.  Dan yang juga tidak kalah penting adalah soal konsistensi.

Terkait dengan soal konsistensi, Hidayat memandang Ahok bukan orangnya. Ia mencontohkan sikap Gubernur DKI Jakarta itu yang menolak cuti selama masa kampanye Pilgub Jakarta 2017 mendatang. Padahal dalam Pilgub tahun 2012 lalu dia yang lantang meminta agar Fauzi Bowo mundur untuk menjaga netralitas birokrasi.

"Lha sekarang kok malah dia yang menolak. Padahal cuma cuti kampanye bukan mundur," demikian Hidayat. [ysa]
Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA