Golkar Kembali Bertekad Menangkan Suara Di Jawa Barat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Minggu, 07 Agustus 2016, 18:32 WIB
Golkar Kembali Bertekad Menangkan Suara Di Jawa Barat
rmol news logo . Partai Golkar bertekad memenangkan suara di Jawa Barat karena merupakan basis suara. Apalagi, selama tiga kali pemilu, Jabar juga sudah dimenangkan Golkar. Bahkan, sekarang, kursi paling banyak Golkar di Senayan didapati Jabar dengan 17 anggota DPR.

"Partai Golkar dalam waktu kurun singkat dalam 100 hari kerja, saya menjalami perjalanan 69 hari sudah keliling ke 17 provinsi seluruh Indonesia. Paling banyak di Jabar ini yang ke 7 kali enggak sampai 60 hari. Kalau di Jabar menang otomatis secara Nasional Golkar menang," kata Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto saat menghadiri acara silaturahmi bersama kader Golkar dan warga Jawa Barat di Aston Hotel Cihampelas, Bandung, Jawa Barat (Minggu, 7/8).

Acara tersebut diselenggarakan oleh Bidang PP Jawa I DPP Partai Golkar dan Hubwil III FPG DPR RI yang diprakarsai Anggota Komisi X dari Fraksi Golkar asal Jabar Popong Otje Djundjunan dan Ferdiansyah. Serta Ketua Pemenangan Pemilu Jawa I Agun Gunanjar, dan dihadiri masyarakat pribumi Jawa Barat.

"Kami sengaja disini ada Tionghoa, Arab, Batak, Sunda, Islam, Katolik, kami satukan. Ruh Golkar di Jabar adalah ruh Siliwangi. Kami adakan acara ini untuk menunjukkan bahwa sekarang kita sudah bersatu kembali," ujar Ceu Popong saat membuka acara silaturahmi tersebut.

Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto mengapresiasi acara silaturahmi yang diselenggarakan warga Jabar yang dipimpin Ceu Popong. "Ini sangat saya hargai karena kita ingin sekali dapat masukan dari pinisepuh, senior ibu-ibu karena pada jamannya Golkar selalu nomor satu," ujar Novanto dalam sambutannya.

Setnov menceritakan dirinya khawatir ketika elektabilitas Partai Golkar turun saat ia sedang menjabat sebagai ketua DPR. Kala itu, partai Golkar juga tengah terpecah. Karenanya, sesudah dinobatkan sebagai Ketua Umum dirinya langsung melakukan rekonsiliasi untuk menyatukan kedua belah pihak yang berseteru.

"Degdegan, saya berdoa terus agar ada jalan keluar. Maka setelah jadi ketum saya adakan rekonsiliasi. Saya kumpulkan tak ada kubu AL dan kubu ARB. Semua satu keluarga Partai Golkar," tutur dia.

Selain rekonsiliasi, menurutnya, menyambangi daerah dengan turun langsung ke masyarakat juga penting untuk mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap Golkar.

"Saya ke daerah juga penting, kalau Golkar adakan pelantikan tidak perlu ke hotel yang penting bersatu dengan rakyat. Seperti di Semarang kemarin dengan nelayan, saya cincingkan celana demi bersatu dengan rakyat," kata Ketua Fraksi di DPR itu.

Untuk memperlancar jalan partai pohon beringin menuju Pilpres 2019, Ia pun meminta ijin kepada pinisepuh agar DPD I dan DPD diberi ruang untuk memperkuat wewenangnya. Namun, DPP juga akan mengontrol agar tak seenaknya melakukan prosesi di pilkada mendatang. Apalagi, Golkar akan mencalonkan Ketua DPD Golkar Jabar yang juga Bupati Purawakarta Dedi Mulyadi.

"Memang di Jabar ini Dedi bisa kita Calonkan sebagai Cagub. Tetapi kita tidak bisa putuskan kalau elektabilitas tidak naik. Tentu kita minta masukan dari senior sekarang ini. Selain perbesar wewenang, Golkar juga bertransformasi menjadi partai modern. Kemarin di undang PM Malaysia oleh Datuk Nadjib. Partainya lebih tua tapi selalu menang, maka kita belajar dari sana. Dan mereka belajar dari kita karena sudah pecah kok bisa bersatu lagi," jelas Setnov.

Partai Golkar pun, lanjut Setnov, juga didirikan dengan pancasila dan karya kekaryaan yang selalu berdampingan dengan pemerintah. Namun sudah tiga kali mencalonkan presiden, namun tidak pernah menang.

"Maka saya katakan tidak akan calonkan. Isteri saya sudah wakafkan saya ke Partai Golkar. Sekarang PG dukung pemerintah, baru sekarang ini Golkar punya visi kesejahteraan 2045 sama dengan pemerintah. Dengan nawacita presiden visinya untuk rakyat selalu blusukan. Elektabilitas naik terus. Maka Golkar kembali mendukung pemerintah dan presiden mencalonkan dan menang di 2019," terangnya.

Setnov menambahkan, ada tiga hal penting bagi Golkar, yakni pilkada 2017, 2018, dan 2019 untuk pemilihan umum langsung. "Untuk Pileg dan pilpres. Ini mohon pak Agun Jawa menang kembali. Selain itu di Musda, Pak Agun tolong dicek lagi sesuai juklak yang ada di DPP. Kalau nggak saya dimarahi pak Idrus nih," kelakar Setnov.

Ia mengajak seluruh kader dan masyarakat yang hadir untuk bekerjasama mencapai kesejahteraan 2045 yang dicanangkan partai Golkar. Juga mendukung nawacita pemerintahan Presiden Jokowi.

"Mari kita solid. Dengan visi kesejahteraan penting juga politik legislatif dan politik anggaran. UU harus diselesaikan. Dianggaran bagaimana kita perkuat industri pangan dan industri lain. Saya harapkan kepada senior dan warga Jabar, masukannya. Golkar tak beda-bedakan. Siapa aja boleh masuk, tidak lihat etnis, agama. Seperti di Jakarta kita dukung Pak Ahok," pungkas Setnov.

Acara pun dilanjutkan mendengar masukan dan pandangan para pinisepuh, masyarakat pribumi, veteran, masyarakat Tionghoa dan lainnya. Dalam acara itu Novanto juga didampingi Ketua Ikatan Isteri Partai Golkar Deisti Novanto, Sekjen PG Idrus Marham, Bendahara Umum PG Robert Kardinal, Kabid Media dan Penggalangan Opini Nurul Arifin. Juga, Ketua DPD Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Ketua DPD I Banten Ratu Tatu Chasanah. [ysa]
Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA