Namun untuk beberapa posisi, Novanto sudah mengumumkannya saat penutupan Munaslub Golkar di Bali pada Selasa lalu (17/5). Seperti, Idrus Marham sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar.
Sebelumya, Idrus juga menjabat Sekjen mendampingi mantan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.
Lalu kenapa Golkar masih tetap mempertahanakan Idrus sebagai Sekjen? Politisi Golkar Yorrys Raweyai mengatakan pemilihan kembali Idrus bukan tanpa alasan.
Seperti diketahui, masa jabatan Novanto tidak
full selama lima tahun. Untuk itu butuh oraganisatoris yang paham dan lincah, sekelas Idrus.
"Pak Idrus kan sudah enam tahun jadi Sekjen. Jadi tidak perlu penyesuaian lagi. Apalagi kepengurusan Pak Novanto ini pendek, hanya 3,5 tahun," kata Yorrys, Rabu (18/5).
Menurutnya, kalau memilih Sekjen yang baru, maka butuh waktu lagi untuk penyesuaian.
Padahal, lanjut Yorrys, Golkar di tangan Novanto harus berlari kencang. Selain konsolidasi ke daerah, Golkar harus bisa berjaya di Pilkada 2017, 2018, dan Pemilu 2019.
[rus]
BERITA TERKAIT: