"Aziz adalah tokoh muda yang mumpuni. Dia pernah menjadi Ketum KNPI. Jargonnya membawa partai Golkar sebagai partai modern, bermartabat, demokratis, militan dan inovatif, tentu bukan tanpa alasan," kata Chief Executive Officer (CEO) Panggung Indonesia Ichwanudin Siregar kepada wartawan, Minggu (3/4).
Ichwanudin mengatakan, sebagai partai lama dan paling berpengalaman, Golkar selama ini identik dengan partainya orang tua. Dengan kata modern dan inovatif yang dikedepankan dalam slogannya, Azis berarti telah menghitung kekuatannya dalam meraih dukungan suara dari kalangan pemilih pemula bagi Golkar kedepannya.
"Golkar akan mengalami perubahan luar biasa dengan dukungan pemiih pemula. Artinya, kejayaan partai Golkar di 2019 akan terulang dengan dukungan pemilih lama ditambah pemilih pemula ini," urainya.
Menurut pria yang akrab disapa Iwan ini, sudah saatnya Golkar mengikuti perubahan jika tidak ingin tergilas oleh perkembangan zaman.
"Dari sekian calon yang muncul, Aziz lah calon dari generasi emas partai yang memenuhi kriteria fenomena kepemimpinan muda yang tengah terjadi di negeri ini," imbuhnya.
Keunggulan Aziz Syamsuddin dalam mengaet suara pemilih pemula ini ternyata juga sudah dipahami sejumlah pengurus Golkar di daerah, seperti disampaikan Ketua DPD I Jambi Zoerman Manap.
"Partai ini di tahun 2019 butuh figur untuk mencapai kemenangan, maka kita butuh pemimpin yang gagah dan pintar. Figur itu ada di pak Aziz Syamsuddin untuk mendapatkan suara pemilih pemula," kata Zoerman di kantor DPD I Golkar Jambi.
[dem]
BERITA TERKAIT: