Wakil Ketua Umum DPP PPP hasil Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat, mengatakan, pihaknya akan tetap mempertahankan kantor DPP. Alasannya, keputusan hukum Mahkamah Agung (MA) sudah sangat jelas kepengurusan Muktamar Jakarta adalah yang sah. Dan saat ini proses islah pun sedang dilakukan.
Humphrey pun melihat, ancaman kubu Romy akan merebut paksa kantor PPP yang jatuh tempo hari ini akan mengganggu kenyamanan puncak acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa (LB) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) ke-5 tentang Palestina dan Al-Quds Al-Sharif di Jakarta hari ini yang dihadiri Presiden Joko Widodo.
"Saya sangat menyangkan sikap Romy. Apalagi sedang berlangsung acara OKI di Jakarta, ini tentu akan membuat gaduh," sebut Humphrey kepada redaksi, Senin (7/3).
Ditambah, lanjut Humphrey, kantor PPP itu berada di jalan protokol Jakarta. Dan kantor Kedubes Palestina juga berada belakang kantor PPP.
"Jadi, PPP yang katanya pendukung Pemerintah janganlah melecehkan Pemerintah," tukas Humphrey.
Jumat kemarin (4/3), kubu M. Romahurmuziy (Romy) yang mengatasnamakan PPP hasil Muktamar Bandung berkirim surat kepada Djan Faridz untuk mengosongkan kantor PPP.
Diketahui, MA memutuskan PPP yang sah adalah hasil Muktamar Jakarta pimpinan Djan Faridz (ketum) dan Achmad Dimyati Natakusumah (sekjen). Sementara Kemenkumham kembali mengaktifkan hasil Muktamar Bandung dengan pimpinan Suryadharma Ali (ketum) dan Romahurmuziy (sekjen).
[rus]
BERITA TERKAIT: