HONORER DEMO ISTANA

Politisi Nasdem: Menteri Yuddy Ingkar Janji

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Minggu, 14 Februari 2016, 06:56 WIB
Politisi Nasdem: Menteri Yuddy Ingkar Janji
Irma Suryani Chaniago/net
rmol news logo . Insiden meninggalnya guru honorer terkait demo di Istana Negara Jakarta menuai kemarahan Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago.

"Saya merasa prihatin dan marah pada Menpan RB (Yuddy Chrisnandi). Hal itu terjadi akibat kecerobohan beliau dalam bekerja!" tegas politisi Partai Nasdem ini kepada wartawan, Minggu (14/2).

Irma menegaskan seandainya Menpan RB tidak omdo alias omong doang, dan tidak asal menjanjikan tanpa mengecek ada tidaknya anggaran untuk pengangkatan honorer menjadi CPNS, tentu para honorer K2 tidak akan berharap.

"Demo guru honorer K2 kan dipicu oleh ingkar janjinya Menpan RB pada para guru honorer K2 kan," cetus dia.

Sebagai jalan tengahnya, Irma meminta Menpan RB mencarikan jalan keluar untuk hal ini jika tidak ingin gelombang demo akan terjadi terus menerus. Ingat, ini baru K2. Tanpa ada solusi dari Menpan RB, Irma yakin akan ada gelombang demo susulan dari 46 ribuan bidan PTT se Indonesia.

"Saya yakin sebentar lagi kawan-kawan bidan PTT juga akan kembali turun ke jalan menagih janji Menpan RB yang akan angkat bidan PTT menjadi CPNS," ucap dia.‎

Ditanya mengenai alasan Menpan RB tidak bisa angkat guru honorer K2 karena menabrak UU, srikandi Nasdem itu justru mempertanyakan UU mana yang ditabrak.

"Undang-Undang mana yang ditabrak? MenPAN RB harus cari jalan keluarnya jika benar ada UU yang ditabrak! Bahwa mensejahterakan rakyat itu perintah UUD 1945," terangnya. ‎

Sekali lagi, Irma menegaskan bahwa UU itu bukan kitab suci yang tidak bisa direvisi. Jika tidak ingin merevisi, sambung Irma, tolong carikan jalan keluar yang tidak menabrak UU.

"Ini tinggal ada atau tidak kemauan menterinya. Kereta cepat yang jelas-jelas tidak menguntungkan saja tetap bisa jalan, masak melaksanakan amanat UUD 1945 malah diabaikan," tukasnya. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA