Pengamat politik senior DR Muhammad AS Hikam menengarai kemungkinan adanya "jebakan Batman" bagi Jokowi di balik usaha revisi UU KPK yang tidak populer itu.
"Kalau dilihat secara politik jangka pendek dan menengah untuk kepentingan PJ (Presiden Jokowi), langkah revisi adalah salah satu resep paling ampuh untuk menggusur legitimasi beliau dan memburamkan prospek beliau terpilih lagi pada 2019," tulis Hikam di laman facebooknya, Kamis (11/2).
Menurut dia, legitimasi Jokowi akan tergerus jika mengamini revisi UU KPK. Ada sejumlah pertimbangan kenapa legitimasi Jokowi bisa tergerus. Partama, kata dia, tidak ada kepentingan mendesak yang dirasakan publik Indonesia untuk merubah UU KPK. Bahkan sebaliknya rakyat makin percaya kepada lembaga antirasuah itu sebagaimana adanya saat ini.
Kedua, salah satu komitmen politik Jokowi adalah memberantas korupsi. Sementara, revisi UU KPK akan dilihat publik sebagai inkonsistensi dari komitmen dan bahkan pengingkaran.
Ketiga, jika Jokowi menuruti keinginan KIH dan menteri-menteri yang dekat dengan parpol untuk mervisi UU KPK, maka hal ini menunjukkan kemandirian Jokowi sangat lemah. Padahal kemandirian tersebut justru merupakan salah satu janji politik dan sekaligus daya tarik Jokowi ketika menjadi capres.
Pertimbangan terakhir, revisi UU KPK adalah kepentingan parpol yang selama ini merasa dirugikan oleh keberadaan KPK sehingga mereka berusaha memperlemahnya. Dan jika setuju dengan revisi, Jokowi akan dipersepsikan publik sebagai orang yang terlibat dalam pelemahan tersebut.
"Dan ini akan sangat sulit bagi PJ untuk bisa menghilangkan tinta hitam tersebut dalam rekam jejak politiknya.
"Saya yakin begitu revisi dilakukan sesuai keinginan KIH dan menteri-menteri parpol di kabinet, Jokowi akan menjadi target kritik yang tak asa hentinya dari berbagai arah. Bahkan saya berani mengatakan, dukungan masyarakt sipil Indonesia yang merupakan salah satu landasan legitimasi politik dan moral kekuasaan Jokowi akan mengalami erosi terus menerus," kata Hikam.
Pilihan tentu ada pada Jokowi. Hikam yakin Jokowi sudah punya perhitungan yang masak apakah akan lanjut atau tidak soal revisi UU tersebut. Namun demikian, dalam hemat dia, tidak melihat satupun keuntungan bagi Jokowi untuk melakukan revisi.
"Paling yang diperoleh beliau hanya pujian sementara dari KIH. Tapi pujian dalam dunia politik adalah seperti buih yang cepat sirna. Semoga PJ memperhatikan dengan seksama kemungkinan adanya "jebakan Batman" di balik usaha revisi UU KPK yang sangat tidak populer itu,' tukas Hikam.
[dem]
BERITA TERKAIT: