Mereka hadir untuk memberikan dukungan moril terhadap korban bom Thamrin. Salah satunya bersama kelompok Aliansi Indonesia Damai (AIDA) memberikan bunga mawar putih kepada warga di sepanjang kawasan Bundaran Hotel Indonesia hingga lokasi ledakan bom, dekat kedai kopi Starbuck.
"Ini bentuk dukungan kami memberikan motivasi terhadap keluarga korban. Sesama korban, kami dari korban bom JW Marriot, Kuningan, ingin mendoakan agar keluarga diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi musibah," kata Ketua YPI, Sucipto Hari Wibowo di Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Tak lupa pula ia juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang cepat memberikan respon mengenai jaminan biaya yang diperlukan para korban. Namun, ia juga mengharapkan agar pemerintah dan lembaga terkait dapat membuat regulasi khusus mengenai hak-hak korban.
"Sehingga bila terjadi hal yang tak diinginkan, para korban bisa langsung ditangani secara medis tanpa menunggu pernyataan atau jaminan pemerintah," sambungnya.
Selain itu, YPI mengimbau kepada para teroris dan pihak yang seharusnya bertanggung jawab untuk menghentikan segala aksi teror kekerasan. Tanpa terkecuali dengan alasan perjuangan apapun.
"Kekerasan hanya memunculkan kerugian yang ada korban dari kalangan masyarakat tak bersalah," tegasnya.
Rencananya, YPI usai berdoa dan menabur bunga di Sarinah, akan mengunjungi beberapa korban ledakan bom Thamrin di rumah sakit. Selain itu, juga ada niatan mereka untuk menyambangi keluarga salah satu korban yang meninggal dunia.
"Rencananya, kami seperti itu ke Condet. Tapi, lihat nanti, karena kabarnya almarhum Rico akan dimakamkan di luar kota," ujarnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: