
Menteri Sudirman Said menyebut ada politisi yang meminta saham ke Freeport. Agar tidak dianggap fitnah belaka, Sudirman pun ditantang membuka identitas pelaku ke publik.
"Karena ini menyangkut nama baik bangsa, sebaiknya Menteri ESDM sebut nama. Kalau tidak berani sebut nama, sama saja pernyataannya sampah atau hoax," ujar pengamat politik dari Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif (Majelis) Sugiyanto kepada
Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu (Rabu, 11/11).
‎Menteri Sudirman sebelumnya mengatakan ada tokoh politik dari partai penguasa dan namanya cukup terkenal meminta saham dan diberikan proyek listrik di Timika kepada Freeport.‎ Dengan mencatut nama Presiden Jokowi dan Wapres JK, si politisi tersebut menjamin izin eksplorasi Freeport di Papua bisa diperpanjang asalkan permintaannya dipenuhi.
‎Menurut Sgy, demikian Sugiyanto disapa, ‎Menteri Sudirman harus membuka siapa politisi pemalak tersebut. Namanya harus dibuka ke publik karena tindakannya telah merusak harga diri bangsa. Permintaan saham, katanya, perlu diwaspadai sebagai modus baru korupsi.
‎"Menteri ESDM harus sebut nama, harus dibuka siapa pencatut nama Presiden secara terang benderang," katanya.
‎Menurut dia, tidak ada pilihan bagi Menteri Sudirman selain harus membuka identitas si politisi pemalaknya ke publik. Kalau tidak, bisa saja Sudirman dianggap tengah mencitrakan dirinya agar tidak kena reshuffle jilid II.
"Kalau sudah disebutkan nama, maka bisa dilakukan konfrontasi dan klarifikasi. Jangan nanti cuma pencitraan doang, atau nanti (Anda) disebut publik sebagai pembohong besar," tukas Sgy.‎
[dem]
BERITA TERKAIT: