"Kemarin sore saya telah diserahi SK Pengangkatan yang ditandatangani Menteri BUMN," kata mantan Menteri Bappenas tersebut melalui pesan singkat, Jumat (30/10).
Andrinof kemudian menceritakan awal mula hingga jabatan itu diterimanya.
"Sebelumnya, kira-kira dua bulan yang lalu, atas arahan Presiden Jokowi, saya ditanya oleh Mensesneg berkenan bertugas di mana, menjadi dubes di luar atau menjadi komut salah satu BUMN. Tempatnya pun ditawarkan untuk saya pilih,"
tutur Andrinof.
Saat itu ia berpikir jika menjadi dubes maka dirinya tidak bisa membantu pembuatan dan pelaksanaan kebijakan. Sebaliknya dengan komut, Andrinof mengaku ingin BUMN yang usahanya di bidang pelayanan.
"Saya pun kemudian mencari BUMN yang menurut saya cocok. Yang saya cari bukan yang masuk 10 besar atau 20 besar nilai kekayaan atau perolehan laba," ujarnya.
Menurut dia, BUMN pilihannya itu harus memberi tantangan untuk mendukung program prioritas pembangunan. Pilihannya pun jatuh pada Angkasa Pura I yang mengelola 13 bandara yang sebagian besar di kawasan timur.
Paling tidak, kata dia, ada dua tantangan hingga pilihannya jatuh pada AP 1 yakni peningkatan kualitas pelayanan dan percepatan pembangunan di kawasan Timur Indonesia.
"Maka, ketika saya ditelepon Menteri BUMN Bu Rini Soemarno, saya mau di mana, saya langsung jawab, 'Saya mau di Angkasa Pura I'," lanjut Andrinof.
"Sempat juga Bu Rini menyebut beberapa perusahaan asuransi yang kekayaannya puluhan triliun tapi saya sudah mantab dengan AP I," imbuhnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: