Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menilai bahwa paket I dan II Jokowi masih bersifat makro dan jangka panjang. Sementara dalam kondisi perekonomian nasional diambang krisis saat ini, yang diperlukan adalah paket ekonomi yang bersifat mikro dan jangka pendek.
Wakil ketua umum DPP Partai Demokrat itu menyarankan agar Presiden Jokowi tidak malu-malu dan gengsi meniru kebijakan presiden terdahulu, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Sewaktu ketua umum Demokrat itu menjadi presiden, kata Agus banyak digulirkan kebijakan yang bisa meingkatkan perekonomian masyarakat menengah ke bawah, seperti bansos, jaminan kesehatan, BOS, KUR, BLT, beasiswa dan lain-lain.
"Kita enggak usah melihat hal yang gengsi. Apa yang dilakukan Pak SBY dulu cukup cespleng. Karena ini menguatkan daya beli masyarakat, karena masyarakat memiliki uang karena mendapatkan BLT, mendapatkan uang untuk jaminan jamkesmas, berobat semua mendapatkan bantuan," ujar Agus kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Selasa, 6/10).
Menurutnya, dengan bantuan-bantuan tersebut, daya beli masyarakat, khususnya masyarakat menengah ke bawah semakin kuat.
"Kalau menegah ke bawah ini memiliki daya beli, masyarakat akan mengonsumi produk dalam negeri sehingga perusahaan-perusahaan dan industri yang ada di Indonesia itu tetap bisa berjalan dengan normal dengan baik, sehingga kalau perusahaan bisa berjalan pasti PHK bisa dihindari. Namun kalau produknya dan jasanya tidak ada yang mengkomsumsi, dipastikan PHK akan ada, padahal ini harus dihindari karena PHK akan memperparah perekonomian kita," demikian Agus.
[ian]
BERITA TERKAIT: