Setnov, sapaan akrab politikus Golkar ini, sempat ingin menangis saat bertemu dengan jamaah haji yang turut mengalami tragedi Mina.
Politikus Golkar itu bercerita, setelah mengetahui insiden Mina, dia bersama Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Ketua BSDKP DPR Nurhayati Ali Assegaf dan Anggota DPR Jazuli Juwani langsung mengecek lokasi kejadian dan mendatangi beberapa rumah sakit.
"Di sebuah rumah sakit emergency, saya bertemu dengan salah satu jamaah haji Indonesia bernama Ati Royati, dia sudah tua, kakinya terluka kerena terinjak-injak di insiden Mina‎, waktu itu belum ditangani. Saya sempat ingin menangis melihatnya," cerita Setya saat jumpa pers di Ruang Wartawan, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (Rabu, 30/9).
Saat di rumah sakit, Setnov juga bertemu dengan beberapa korban dan keluarga korban. Kata dia, pada saat itu ia dan rombongan sudah mengetahui ada 20-an jamaah Indonesia yang meninggal dunia, saat itu Kemenang RI lewat pemerintahan Aran baru mengidentifikasi 3 orang jamaah.
Ia juga bercerita, saat keluar dan berjalan sejauh 7 km menuju‎ TKP tersebut, sempat susah. Pasalnya, dia dan rombongan yang menginap di gedung Kerajaan sebagai tamu Raja Arab mendapat pengawalan ketat.
Akhirnya mereka menerobos pengawal kerajaan. Jazuli yang fasih berbahasa arab meminta izin kepada pengawal bahwa mereka akan mencari makan di luar. Mereka beralasan sudah bosan dengan hidangan kerjaan Arab. Dan selama di perjalanan mereka selalu harus "mengelabui" petugas haji Arab.
"Kita di rumah sakit sampai jam 8 malam, kita dijemput pengawal kerajaan," tukas Setya menceritakan.
dem]
BERITA TERKAIT: