"Kami para pendiri berkumpul untuk merayakannya secara sederhana atau tumpengan dan memanjatkan doa bagi para pendiri yang telah mendahului kita," ujar Penggagas dan Pendiri Utama Partai Demokrat Vence Marthin Rumangkang dalam keterangannya kepada redaksi (Kamis, 10/9).
Vence bercerita bahwa 14 tahun lalu, di kantor tempat mereka berkumpul saat ini, para pendiri sering berkumpul dalam suka dan duka dalam menggagas berdirinya Partai Demokrat. Sementara tepat di HUT ke-14 Demokrat, para penggas dan pendiri dapat berkumpul kembali untuk memanjatkan doa bagi para pendiri yang telah tiada.
"Para pendiri yang telah mendahului kita adalah Drs Achmad Yanni Wahid , Prof. Dr. Rusli Ramli.MS, Rayner F Kodoatie. SH, Makmun, serta para pendiri pertama di daerah seperti Yusuf Pardamaian (pendiri dan Ketua DPD PD Sumut), Drs. Sofyan (pendiri Jambi), Syamsul (pendiri Palu), Drs Anwar (pendiri NTB), Ibrahim Barsyah (pendiri Maluku Utara) Drs Fachruddin Massarampa (pendiri Sulawesi Tenggara) dan Suardi (Pendiri Sumatera Barat/padang). Doa bersama ini dipimpin oleh Ustadz Aboe Bakar," ujarnya.
Setelah doa bersama, para pendiri nonton bareng video dokumentasi sejarah berdirinya Partai Demokrat. Pendiri berharap, supaya para kader untuk menjaga cita-cita para pendiri dan kembali pada jati diri awal yang diletakkan oleh para pendiri dengan ideologi partai, yakni humanisme, nasionalisme, dan religius.
"Bukan korupsi, kolusi, dan nepotisme," tandasnya.
Acara HUT PD ke 14 ini dihadiri oleh para pendiri dan beberapa kader seperti Prof Dr Irzan Tanjung, Prof.DR. Achmad Mubarok, MA, Roy Marten, Etty Manduapessy, Boy Saul, Marzuki Ali, Max Sopacua, Donald Pokatong, Imen Saragih, dan Edwin Tanjung.
[ian]
BERITA TERKAIT: