Anggota Komisi II DPR Arteri Dahlan meragukan data tersebut. Jelas dia, DPS berbeda dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilpres 2014.
"Saya meragukan DPS itu. Data itu berbeda dengan di lapangan dengan DPT Pilpres," kata Arteri di sela-sela rapat Komisi II dengan KPU-Bawaslu, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (Senin, 7/9).
Sesuai dengan temuannya di lapangan dan informasi dari Bawaslu, DPS sekarang tidak sinkron dengan DPT Pilpres lalu. Angka perbedaanya mencapai jutaan. Termasuk, nama-nama yang ada di DPT Pilpres tidak masuk di DPS Pilkada.
"KPU harus lebih kerja keras lagi soal DPS ini. Jangan sampai nanti ini menjadi masalah di Pilkada," tutur politikus PDI Perjungan itu.
Diketahui, berdasarkan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) Kementerian Dalam Negari, jumlah pemilih Pilkada Serentak 2015 sebanyak 102 juta orang. Mereka tersebar di 305 daerah yang akan berpartisipasi dalam Pilkada.
[wid]
BERITA TERKAIT: