Demikian disampaikan oleh putri pendiri bangsa Presiden Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri menanggapi pidato Megawati dalam kongres PDIP di Bali yang selalu membawa nama Soekarno sebagai acuan perjuangan.
"Saya prihatin kemarin Megawati menyebut Sokarno saat kongres PDIP Bali, tidak ada satupun ajaran Soekarno yang dijalankan. Soekarno hanya jadi komoditi partai!" ujarnya kepada wartawan di Universitas Bung Karno, Cikini, Jakarta (Jumat, 10/4).
Untuk itu, Mbak Rachma, begitu ia disapa meminta PDIP dan Jokowi yang tidak pernah menjalankan ajaran Soekarno untuk berhenti menjual nama proklamator Indonesia dalam setiap pernyataan ke publik.
"Nonsense ajaran Soekarno diamalkan (PDIP dan Jokowi). Saya minta Megawati dan Jokowi stop jual nama Soekarno!" tegasnya.
Mbak Rachma juga mendesak Jokowi dan Megawati untuk segera kembalikan negeri ini sesuai jalur UUD 45. Selain itu, Jokowi juga diminta untuk segera mengusut tuntas kasus BLBI yang banyak merugikan uang rakyat.
"Dulu aset negara zaman Megawati banyak dijual, sekarang berani tidak Jokowi nasionalisasi. Jangan bawa Soekarno kalau tidak bisa," demikian Rachma.
[ian]
BERITA TERKAIT: