
. Bila benar pembangunan markas baru PDIP yang megah dan mewah di Jalan Diponegoro 58 Jakarta Pusat itu didanai dari uiaran anggota, maka itu sangat bagus. Dan bila demikian juga, maka sebaiknya PDIP tidak ragu mengumumkan besarnya biaya pembangunan itu.
"Kalau memang dari iuran anggota, buka saja. Ini demi transparansi dan untuk pembelajaran ke publik bahwa partai sebenarnya biasa membiayai kebutuhannya dari internal," kata pengamat politik Universitas Diponegoro, Ari Junaedi, kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (15/3).
Selama ini, kata Ari, partai-partai jarang membuka dana pembangunan gedungnya. Ujug-ujug partai punya kantor baru yang cukup megah. Akhirnya banyak publik yang bertanya-tanya sumber pembangunan kantor baru tersebut.
Untuk itu Ari mendorong PDIP menjadi partai pertama yang membuka dana pembangunan kantor barunya. (Baca:
Inilah Sumber Dana Pembangunan Kantor PDIP yang Baru)
"Partai harus menjelaskan asal-usul dana pembangunannya. . Biar tidak ada dusta di antara kita. Apa itu dari sumbangan anggota atau dari simpatisan, buka saja," demikian Ari.
[rus]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: