Itu terjadi ketika massa yang membawa spanduk bertuliskan 'Rezim Jokowi-JK Gagal Berantas Korupsi, Ancaman Demokrasi' sempat dilihat oleh JK ketika akan meninggalkan UMY. Padahal, polisi sudah berusaha menutupi spanduk tersebut dengan tiga unit mobil truk milik Polres Bantul.
"Kami ingin menyuarakan aspirasi dan kami ingin Wapres melihat isi spanduk ini," kata peserta aksi Tri Wahyu KH.
Dalam aksinya, massa menuntut Presiden Jokowi segera menghentikan kriminalisasi terhadap pimpinan, pegawai, dan pendukung KPK. Massa juga mendesak Jokowi memerintahkan Kapolri untuk mencopot Kabareskrim Komjen Budi Waseso yang dinilai brutal dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota kepolisian.
Sebagai bukti, banyak penyidik KPK yang mulai dibidik, selain dua pimpinan KPK yaitu Abraham Samad dan Bambang Widjojanto ditetapkan sebagai tersangka. Termasuk dua pendukung KPK yaitu Yunus Husein dan Denny Indrayana. Massa juga mendesak agar tidak ada kriminalisasi terhadap para jurnalis, aktivis, dan masyarakat yang sering menyuarakan antikorupsi.
"Segera copot dua plt pimpinan KPK yaitu Taufiqurrahman Ruki dan Indriyanto Seno Ajo yang paling bertanggung jawab atas pelemahan KPK. Pelemahan itu dimulai dengan melimpahkan kasus Budi Gunawan ke kejaksaan," tandas Tri Wahyu seperti dikutip JPNN.
[ian]
BERITA TERKAIT: