"Saya merasa, dengan mundurnya mas DHW ini merupakan sebuah kehilangan sahabat terbaik yang menjadi teman diskusi ekonomi, politik dan ketatanegaraan dengan isi diskusi yang sangat subtansial, cerdas dan mencerahkan. Penuh dengan gagasan baru yang progresif konstitusional," kata Misbakhun kepada
Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Rabu, 4/3).
Di mata Misbakhun, Dradjad adalah sosok politisi yang bisa memberikan kontribusi positif pada Partai Amanat Nasional. Karena itu Misbakhun sangat sedih mendengar keinginan dan niatnya untuk mundur dari posisinya di partai.
"Ini adalah kehilangan besar bagi PAN kalau sampai keinginan mundur tersebut sampai terwujud dan terjadi," ungkap Misbakhun.
Misbakhun berharap Dradjad mempertimbangkan kembali niatnya mundur dari kepengurusan partai. "Karena yang rugi tidak hanya PAN tapi dunia politik nasional Indonesia akan kehilangan politisi yang berkualitas dan punya kredibilitas," demikian Misbakhun.
[ysa]
BERITA TERKAIT: