Rakornas Banjarmasin Bahas Peran IMM dalam MEA 2015

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Jumat, 20 Februari 2015, 19:29 WIB
Rakornas Banjarmasin Bahas Peran IMM dalam MEA 2015
rmol news logo Ribuan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) se-Kalimantan Selatan dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM se-Indonesia mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) IMM yang dibuka secara resmi oleh Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa.

"Meskipun saya terlahir sebagai puteri NU namun kehadiran saya di Rakornas IMM ini menegaskan bahwa saya juga milik putra-puteri Muhammadiyah. Saya bangga berada di sini di tengah-tangah intelektual muda Muhammadiyah yang telah banyak memberikan kontribuinya dalam membangun bangsa," ucapnya.

Menteri Khofifah juga menerangkan bahwa banyak tantangan bangsa Indonesia ke depan yang harus dilalui, khususnya dalam menghadapi era masyarakat ekonomi ASEAN.

"Keluar-masuk komoditas barang, jasa, dan modal di kawasan itu menjadi sah dan pemerintah tidak bisa lagi melakukan tata niaga untuk melindungi komoditas dalam negeri. Sepuluh negara ASEAN akan menjadi pasar raksasa dengan 565 juta penduduk dan hampir separuhnya merupakan penduduk Indonesia," lanjut Mensos.

ASEAN baru, lanjutnya, harus mampu menciptakan kualitas hidup dan menciptakan peta kehidupan regional yang lebih baik, berkualitas, dan bermartabat.

"Lingkar di dalam ASEAN yang semakin demokratis dan menghormati hak asasi manusia, dibarengi pergaulan ASEAN yang lebih luas dan diperhitungkan dunia, akan menjadikan ASEAN semakin relevan dan dibutuhkan keberadaannya," imbuh Mensos.

Untuk itu, Khofifah berpesan agar IMM bisa bekerja keras untuk menghadapi tantangan zaman. Caranya dengan mempersiapkan kader-kader yang berkualitas, mumpuni secara intelektual, dan masif dalam gerakan.

Sementara itu, Ketua Umum DPP IMM Beni Pramula dalam sambutannya menyampaikan bahwa agenda Rakornas IMM kali ini juga bertujuan untuk sikap gerakan organisasi dalam merespon persoalan bangsa, seperti merumuskan peran IMM dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

"Mahasiswa harus mengambil peran sentral dalam pembangunan di berbagai aspek baik itu sector ekonomi, budaya, pariwisata, pendidikan dan sebagainya. Bangsa ini akan memasuki situasi di mana arus barang, jasa dan tenaga kerja akan menghadapi percepatan dengan melintas batas ruang dan waktu," katanya.

Menurutnya, sistem perekonomian Indonesia akan semakin terintegrasi. Kebudayaan akan banyak mengalami pembauran dengan asing, sementara persaingan di sektor industri akan semakin ketat.

Acara Rakornas ini turut dihadiri wakil gubernur Kalimantan Selatan, walikota Banjarmasin, organisasi kepemudaan se-Kalsel dan tokoh-tokoh masyarakat.[wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA