Begitu kata Mendes PDTT Marwan Jafar dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sesaat lalu (Sabtu, 14/2).
"Kita akan buka kawasan transmigrasi di wilayah perbatasan. Dengan begitu, Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah perbatasan akan bisa dimaksimalkan untuk pemberdayaan masyarakat," ujarnya.
Transmigrasi di daerah perbatasan, lanjut Marwan, bisa saja diberikan kepada keluarga TNI yang selama ini mempunyai tugas di daerah perbatasan.
"Program transmigrasi untuk penguatan SDM desa di perbatasan, bisa saja nanti dimanfaatkan oleh para keluarga TNI yang selama ini bertugas menjaga perbatasan," ungkapnya.
Selain itu, menurut Marwan, akan ada kerjasama lintas kementerian untuk membangun infrastruktur desa daerah perbatasan darat. Ini, lanjutnya, untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi masyarakat perbatasan.
"Kita nanti akan berkerjasama dengan beberapa kementerian untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, agar laju pertumbuhan ekonomi bisa berjalan dan tidak tertinggal jauh dengan negara tetangga," katanya.
Paradigma pembangunan desa daerah perbatasan memang harus mengalami perubahan. Marwan berprinsip desa di daerah perbatasan harus menjadi pintu terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Dengan memberdayakan masyarakat desa di perbatasan, secara tidak langsung juga akan memperkokoh NKRI," ujar Marwan.
[ian]
BERITA TERKAIT: