Keputusan sulit itu diambil Hadjriyanto lantaran tidak mau terlibat dalam polarisasi Golkar. Di satu sisi dia menolak bergabung dengan kubu presidium penyelamatan partai dan agar berimbang Hadjri juga keluar dari tampuk pimpinan DPP.
"Saya menolak bergabung dengan presidium penyelamat, di samping karena saya tidak pernah ikut terlibat, saya juga tidak mau polarisasi ini makin kacau. Makanya saya juga mundur jadi ketua DPP," ujarnya saat ditemui di gedunng DPR, Senayan, Jakarta (Kamin, 27/11).
Meski begitu, diakui mantan wakil Ketua MPR itu bahwa surat resmi pengunduran diri belum dikirim ke DPP.
Sementara untuk maju caketum, Hadjri menjelaskan, belum menentukan akan ikut Munas Bali atau Munas Januari. Dirinya bahkan belum mencari tiket pergi ke Bali.
"Saya akan menentukan, toh masih ada dua sampai tiga hari. Saya juga belum booking tiket," tandasnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: