Kriteria yang pertama dan utama kata pengamat politik Charta Politika Yunarto Wijaya adalah Golkar berani menguji diri sendiri. Artinya, ketika calon incumbent, dalam hal ini Aburizal Bakrie, masuk calon lagi maka dia harus dinilai tingkat keberhasilannya.
"Nilai ketua anda yang lama, berhasil atau tidak? Kalau gagal maka harga mati harus dibuang. Buktikan secara terukur," ujarnya dalam diskusi mingguan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta (Jumat, 7/11).
Kedua, lanjutnya, calon pemimpin harus punya personal branding sehingga bisa membuat kekuatan politik golkar tidak stagnan.
Demi kejayaan kembali Partai Golkar maka syarat ketiga wajib dipenuhi, yaitu sosok calon pemimpin harus lepas dari bayang-bayang Koalisi Indonesia Hebat maupun Koalisi Merah Putih.
"Jangan nanti setelah jadi dia langsung di cap '
wah Golkar sudah merapat ke Jokowi neh'. Atau sebaliknya, '
wah KMP aman
neh'," tandasnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: