Pengamat: Nilai Dulu Ical, Gagal Harus Dibuang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Jumat, 07 November 2014, 17:53 WIB
Pengamat: Nilai Dulu Ical, Gagal Harus Dibuang
aburizal bakrie/net
rmol news logo Ada tiga kriteria utama yang harus dipenuhi Partai Golkar dalam mencari calon ketua umum di Musyawarah Nasional (Munas) yang hingga saat ini masih belum jelas kapan dilaksanakan.

Kriteria yang pertama dan utama kata pengamat politik Charta Politika Yunarto Wijaya adalah Golkar berani menguji diri sendiri. Artinya, ketika calon incumbent, dalam hal ini Aburizal Bakrie, masuk calon lagi maka dia harus dinilai tingkat keberhasilannya.

"Nilai ketua anda yang lama, berhasil atau tidak? Kalau gagal maka harga mati harus dibuang. Buktikan secara terukur," ujarnya dalam diskusi mingguan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta (Jumat, 7/11).

Kedua, lanjutnya, calon pemimpin harus punya personal branding sehingga bisa membuat kekuatan politik golkar tidak stagnan.

Demi kejayaan kembali Partai Golkar maka syarat ketiga wajib dipenuhi, yaitu sosok calon pemimpin harus lepas dari bayang-bayang Koalisi Indonesia Hebat maupun Koalisi Merah Putih.

"Jangan nanti setelah jadi dia langsung di cap 'wah Golkar sudah merapat ke Jokowi neh'. Atau sebaliknya, 'wah KMP aman neh'," tandasnya.[wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA