Menurut jurubicara Nasdem, Zulfan Lindan ada beberapa alasan mengapa partainya tidak hadir. Kata dia, proses pari purna harus diawalai pertemuan dan rapat konsultasi fraksi karena itu berkaitan dengan pengganti Badan Musyawarah.
"Jadi kalau misalnya pertemuan-pertemuan atau rapat-rapat seperti paripurna berjalan sendiri tanpa arah tanpa alasan yang kuat tentu kami tidak bisa hadir," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung DPR (Rabu, 22/10).
Tidak hanya itu, menurut dia, jika rapat paripurna ini melanjutkan paripurna kelima maka itu tidak sah. Pasalnya rapat paripurna dengan agenda menyerahkan nama-nama komisi oleh fraksi itu telah ditutup oleh Taufik Kurniawan, yang saat itu menjadi pimpinan sidang.
"Kami sampaikan bahwa rapat paripurna kelima telah ditutup karenanya tidak ada lanjutan rapat paripurna," tambahnya.
Zulfan mengaku bahwa saat ini Nasdem masih menunggu nomenklatur dari pemerintah sebelum menyerahkan nama-nama komisi.
"Kalau kita buru-buru bentuk komisi, yang ada nanti ada perubahan lagi, kita minta menunggu satu dua hari lah," tandasnya.
Namun begitu, Zulfan menegaskan sikap Nasdem ini diambil sepihak dan bukan arahan dari Koalisi Indonesia Hebat.
[wid]
BERITA TERKAIT: