KPK, Berhentilah Jadi Komentator Politik!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 03 Oktober 2014, 06:57 WIB
KPK, Berhentilah Jadi Komentator Politik<i>!</i>
gedung kpk/net
rmol news logo . Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai tidak elok ikut campur terhadap proses politik.

Dilansir dari laman, pkspiyungan.org, KPK disebut semakin menjadi, merasa dirinya yang paling benar, kebenaran adalah miliknya. KPK berhak ikut campur dalam segala urusan.

KPK itu bukan komentator politik, dan tidak perlu mulutnya rombeng ngomongin politik. KPK cukup ngomongin korupsi aja, kalau ada pejabat yang terbukti bersalah tangkap aja, nggak perlu banyak bicara. Setya Novanto beberapa kali dipanggil KPK dan tak terbukti, ini menunjukkan yang bermasalah KPK, panggil pejabat tapi nggak jelas kasusnya dan tidak ada bukti yang kuat untuk menangkap.

"Apakah KPK pernah mengungkap kekecewaan atas kasus korupsi TransJakarta yang hanya ditangani Kejaksaan Agung dan tak pernah menyentuh Jokowi? Bagaimana pula kasus BLBI yang menyeret Megawati namun sampai detik ini tidak jelas?" tulis laman itu.

KPK, berhentilah jadi komentator politik. Rakyat telah menggajimu dengan gaji selangit untuk memberantas korupsi tanpa pandang bulu. Tegakkan keadilan hukum. Jangan jadikan hukum sebagai mainan dan jualan politik!

Sebelumnya, Ketua KPK Abraham Samad mengatakan terpilihnya Bendahara Umum Partai Golkar, Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI membuat lembaganya kecewa. Ia menginginkan posisi tersebut diisi oleh orang yang bersih dan tidak terkait kasus hukum. Nama Setya Novanto memang pernah disebut terkait dengan beberapa kasus korupsi yang pernah ditangani KPK. Seperti, kasus dugaan korupsi PON Riau, dan kasus dugaan korupsi proyek elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP). [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA