Megawati Harus Ngopi Bareng dengan Ketum PPP, PAN dan Demokrat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 30 September 2014, 10:10 WIB
Megawati Harus Ngopi Bareng dengan Ketum PPP, PAN dan Demokrat
Megawati Soekarnoputri/net
rmol news logo . Koalisi Merah Putih (KMP) menjadi ancaman dan warning bagi pemerintahan Jokowi-JK. Kasus terakhir adalah kalahnya koalisi PDIP terkait UU MD3 dan UU Pilkada.

Dosen ilmu politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago (Ipang) mengatakan, walaupun Jokowi pernah mengatakan bahwa ia tak gentar menghadapi KMP, tapi ini bukan soal berani atau tak berani, ini masalah bagaimana nanti pemerintahan Jokowi-JK berjalan dengan stabil dan mulus sampai akhir masa mereka.

"Masalah yang dihadapi PDIP sekarang adalah simpel, bagaimana mbak Megawati Soekarnoputri (Ketum PDIP) ngajak ngopi bareng dengan ketua umum parpol KMP seperti PPP, PAN dan Partai Demokrat, yang masih terbuka peluang untuk bergabung dengan Koalisi Jokowi-JK," kata Ipang kepada RMOL, Selasa (30/9).

Menurutnya, sebelum Jokowi-JK dilantik, PDIP dan Megawati semestinya harus terus menyakinkan satu partai dari KMP agar bergabung, sehingga tercapai lima puluh plus satu suara PDIP dkk di Parlemen.

"Ini baru diangap aman dan stabil bagi pemerintahan Jokowi-JK," terang Ipang.

Sebetulnya, lanjut Ipang, tidak cukup hanya bilang Koalisi Jokowi-JK selalu membuka diri bergabungnya KMP.

"Menurut hemat saya, tak bisa dinafikan dan bagaimana pun PDIP butuh satu partai lagi bergabung ke Koalisi Jokowi-JK, terserah partainya apa," tandasnya. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA