Sejak tiba di lokasi acara, ARB dan Agung Laksono selalu berdampingan. Saat menyampaikan pidato, baik Agung maupun Ical juga tidak menyinggung soal pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar. Padahal keduanya sempat berselisih paham mengenai hal tersebut.
Agung bersikukuh agar Munas Golkar digelar Oktober tahun ini, sesuai dengan siklus lima tahunan yang diatur anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai berlambang beringin itu. Sedangkan Ical, begitu ARB disapa, berpegang pada rekomendasi Munas VIII PG di Pekanbaru 2009 lalu, bahwa munas digelar April 2015.
Agung saat menyampaikan kata sambutan mengisyaratkan bahwa dirinya dan Kosgoro 1957 tidak akan bersikap keras saat menghadapi perbedaan pendapat.
"Meksipun banyak hal penting yang akan kita bicarakan, kita rileks-rileks saja, kita bisa menyelesaikan berbagai masalah dengan baik," tandas Agung yang juga menjabat sebagai Menkokesra sebelum menutup pembicaraannya, sebagaimana dilansir dari
JPNN (Sabtu, 13/9).
Dalam acara itu, Ical diundang untuk membuka Muspinas Kosgoro 1957 pimpinan Agung. Ical datang bersama petinggi Golkar, antara lain dua Wakil Ketua Umum PG, yakni Fadel Muhammad dan Theo L Sambuaga, serta Bendahara Umum PG, Setya Novanto.
[ian]
BERITA TERKAIT: