Arsitektur Kabinet Jokowi-JK Keluar dari Dikotomi Kurus-Gemuk

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 26 Agustus 2014, 10:20 WIB
Arsitektur Kabinet Jokowi-JK Keluar dari Dikotomi Kurus-Gemuk
Hasto Kristiyanto/net
rmol news logo Tidak tepat bila wacana arsitektur kabinet didominasi oleh pendekatan struktural semata dengan fokus pada komposisi kurus-gemuk. Sebab pokok persoalan kabinet ini lebih pada masalah egosektoral dan setiap operasional kementerian terlalu mekanistik. Sehingga ada overlapping antara fungsi satu kementerian dengan kemenetrian lainnya.

"Pemberantasan kemiskinan menjadi tugas pokok dan fungsi dari sekian banyak kementerian. Akibatnya justru tidak fokus. Dana pemberantasan kemiskinan selalu naik, namun kemiskinan faktual meningkat," kata Deputi Kantor Transisi Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, beberapa saat lalu (Selasa, 26/8).

Maka, menurut Hasto, Tim Transisi Jokowi-JK tidak hanya melakukan pendekatan struktural dan fungsional untuk meningkatkan efektivitas di setiap kementerian, namun juga pendekatan organik berkaitan apa deliverables setiap kementerian tersebut bagi jalannya pemerintahan.

"Janji untuk mewujudkan pemerintahan yang efektif, pemerintahan yang bersih dan bekerja satu-satunya untuk kepentingan rakyat menuntut tingginya integrasi vertikal dan horizontal di setiap jajaran kementerian," paparnya.

Atas dasar hal tersebut maka struktur kabinet yang menjadi opsi bagi Presiden Terpilih Joko Widodo tidak bisa dinilai dari posturnya kurus atau gemuk, namun bagaimana efektivitas pemerintahan secara keseluruhan.

"Beberapa fungsi yang bisa dipadukan akan dilakukan, misal fungsi litbang, pengawasan, perencanaan, dan fungsi legislasi," jelas Hasto.

Wakil Sekjen PDI Perjuangan itu menyebutkan hal ini berkonsekuensi, setiap kementerian harus menampilkan organisasi yang bekerja, memiliki fleksibilitas di dalam merespons setiap persoalan rakyat, dan mampu menambah kecepatan dalam bertindak. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA