Demikian disampaikan intelektual Yudi Latif dalam acara Halal Bilhalal dan Silaturahmi Tokoh Pemuda Nasional dengan tema "Politik yang Berkebudayaan" yang digelar di Sekretariat Taruna Merah Putih, Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta (Kamis, 21/8).
Dalam hal politik yang berkebudayaan, Yudi menegaskan bahwa ada tiga karakternya. Pertama, meletakkan kepentingan politik di atas nilai-nilai kebajikan. Politik harus berbasis nilai sehingga bermakna dalam kehidupan.
Kedua, lanjut Yudi, di satu sisi mengembangan ideologi partai sebagai haluan dan panduan yang subyektif, di sisi lain meletakkan pengalaman obyektif bersama dalam membangun bangsa. Pengalaman obyektif bersama ini penting sehingga meniadakan kepentingan partikular, dan menjadi alat ukur bersama untuk
"Sehingga yang Islamis atau nasionalis bisa memiliki kesamaan pandangan yang obyektif dalam mengatasi persoalan bangsa," ungkap Yudi.
Ketiga, masih kata Yudi, adalah mengembangkan keadilan horisontal-vertikal. Keadilan horisontal berarti keadilan untuk semua warga negara. Keadilan vertikal berarti pembangunan yang memikirkan masa depan generasi mendatang.
"Jangan sampai kita mapan dengan tingkat ekonomi 5 sampai 6 persen, tapi kita kehilangan banyak hal dari sumber daya alam untuk generasi mendatang," demikian Yudi.
Hadir dalam acara ini politisi Demokrat Achsanul Qasasi, politisi PKS Zulkiflimasnyah, politisi PAN Bima Arya Sugiarto, politisi Golkar Nusron Wahid, Ketua Umum HIPMI Raja Sapta Oktohari. pebulutangkis Taufik Hidayat, ketua Umum HMI dan Ketua Umum GMKI. Hadir juga cendekiawan Yudi Latif yang menyampaikan orasi kebudayaan.
[rus]
BERITA TERKAIT: