Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menduga bahwa pernyataannya telah diplintir oleh salah satu televisi nasional yang dikenal gencar mengkampanyekan pasangan Jokowi-JK.
"Yang benar itu kalau Jokowi-JK menang saya ucapkan selamat. Tapi kalau Prabowo-Hatta menang saya akan sujud syukur," ujarnya saat dihubungi wartawan (Minggu, 20/7).
Mahfud mengaku pernyataannya memang acapkali diplintir oleh pemberitaan di televisi tersebut. Maka dari itu, ia tidak heran jika pernyataanya kali ini mengalami hal serupa.
"Kalau di
MetroTV pasti memotong-motong. Pernyataan saya dimutilasi," tambahnya.
Pun begitu, Mahfud tidak akan melaporkan
MetroTV ke Bareskrim Mabes Polri, mengingat tugasnya sebagai ketua tim sukses akan selesai pada 22 Juli.
"Kalau saya lapor ke Polri baru ditindaklanjuti setelah tanggal 22. Padahal tugas saya selesai tanggal 22," lanjut Mahfud.
Dalam salah satu pemberitaan di Metro TV, Mahfud mengeluarkan pernyataan yang seakan-akan telah mengakui kemenangan Jokowi-JK dan penyesalan lantaran gagal membawa pasangan nomor urut 1 menang.
[ian]
BERITA TERKAIT: