Pertemuan sore ini merupakan upaya pimpinan lembaga negara menekan suhu politik menjelang pengumuman pemenang pemilu presiden pada 22 Juli mendatang. Â
Presiden SBY dalam doa penutupnya menyampaikan bahwa suksesi atau peralihan kekuasaan itu adalah keniscayaan. Maka dari itu, semua elemen harus melaluinya dengan baik meski terjadi dinamika dalam peralihan itu.
Staf Khusus Presiden, Andi Arief mengatakan bahwa usai Presiden SBY menyampaikan doa penutup itu, kedua pasangan capres segera menyambut isi pidato itu dengan anggukan kepala. Andi menyebut anggukan itu sebagai petanda setuju dari kedua pasangan capres.
"Saya melihat keempat wajah capres/cawapres semua mengangguk setuju. Mudah-mudahan Indonesia akan mendapat pemegang amanat 5 tahun ke depan yang amanah dan mampu membuat Indonesia lebih baik," ujarnya kepada
Rakyat Merdeka Online (Minggu, 20/7).
Dalam satu meja bulat besar yang ada di deret terdepan, SBY dan Boediono duduk berhadap-hadapan. Di sebelah kanan SBY yakni Prabowo, Ketua MPR Sidarto Danusubroto, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman, dan Jusuf Kalla. Sedangkan di sebelah kiri SBY yakni Jokowi, Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali dan Hatta Rajasa.
Hadir pula dalam acara kali ini yakni jajaran menteri kabinet Indonesia Bersatu II yaitu Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, dan Ketua Badan Pengawas Pemilu Muhammad.
Selama berada di dalam ruangan, tidak ada interaksi apa pun di antara para kandidat capres. Mereka hanya khidmat mendengarkan penceramah dan pidato SBY.
[ian]
BERITA TERKAIT: