Yoris mencontohkan, pemecatan tiga kader muda Golkar yakni Agus Gumiwang, Nusron Wahid, dan Poempida Hidayatullah. Termasuk kebijkan Aburizal dalam penentuan koalisi di Pilpres 2014.
"Koalisi permanen itu menambah kekecewaan kita," tegas Yoris saat konferensi pers di gedung Perintis Kemerdekaan, Komplek Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (15/7).
Yoris menekankan, sebetulnya mandat Rapat Pimpinan Nasional bukan untuk koalisi jangka panjang, melainkan hanya capres-cawapres. Dengan kata lain, keterlibatan Ical dalam koalisi permanen tidak bisa mengatasnamakan partai Golkar.
"Masak keputusan akhir mau memenjara kepengurusan selanjutnya. Golkar tidak mau Prabowo-Hatta jadi capres 2019. Untuk apa partai digadaikan lima tahun," terangnya.
Karenanya, dia dan beberapa tokoh lintas generasi Golkar mendesak segera digelar Musyawarah Nasional (Munas) paling lambat bulan Oktober mendatang.
"Kalau sampai Munas tidak dilakukan bulan Oktober, maka Munaslub jawabannya. Ada dasar kita buat Munaslub, kalau Munas Oktober terlewati," ujarnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: