KARIKATUR MENGHINA ISLAM?

Pemuda Muhammadiyah Minta Polisi Telusuri Motif Buruk The Jakarta Post

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Senin, 07 Juli 2014, 23:48 WIB
Pemuda Muhammadiyah Minta Polisi Telusuri Motif Buruk <i>The Jakarta Post</i>
saleh p. daulay/net
rmol news logo   Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Saleh Partaonan Daulay, meminta kepolisian menelusuri motif di balik tindakan The Jakarta Post memuat karikatur yang diduga menghina Islam.

Sebab menurut dia, bagaimanapun keputusan redaktur The Jakarta Post memuat karikatur tersebut bukanlah suatu keputusan yang bebas nilai. Di dalamnya dipastikan ada unsur-unsur subjektif untuk tujuan-tujuan tertentu.

"Yang jelas, dipastikan tujuan mereka bukanlah tujuan yang baik. Pasti ada motif tertentu," kata Saleh kepada redaksi (Senin, 7/7).

Karikatur 'bermasalah' The Jakarta Post dimuat di rubriik Opini halaman 7 edisi Kamis, 3 Juli 2014. Dalam karikatur termuat gambar bendera berlafaz 'laa ilaha illallah' dengan logo tengkorak yang terpasang di bendera tengkorak khas bajak laut. Kemudian, tepat di tengah tengkorak, tertera tulisan 'Allah, Rasul, Muhammad'.

Selain itu, karikatur juga menampilkan lima orang dalam posisi berlutut dengan mata tertutup kain dalam posisi berlutut di tanah dan tangannya terikat di belakang dalam posisi ditodong senjata. Di belakang ke lima orang itu berdiri seorang pria berjenggot serta bersorban sambil mengacungkan senjata laras panjang ke arah mereka, seolah-olah siap melakukan eksekusi.

Menurut Saleh tindakan The Jakarta Post memuat karikatur yang diduga menghina Islam bisa menyulut keresahan di tengah-tengah masyarakat. Setidaknya, kata dia, ada dua alasan pemuatan karikatur pada edisi 3 Juli 2014 oleh koran berbahasa Inggris itu dapat menyulut keresahan. Pertama, pemuatan karikatur dilakukan pada saat umat Islam sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadan. Kedua, pemuatan karikatur dilakukan menjelang pilpres dimana suhu politik sedang memanas.

Karena itu, Saleh menilai tindakan The Jakarta Post itu bisa dinilai mengancam keamanan dan ketertiban menjelang pilpres.

"Apakah Jakarta Post sengaja memancing gejolak sosial di tengah ketatnya persaingan dalam pilpres yang akan segera digelar, ini harus mereka jelaskan ke publik" demikian Saleh.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA