Pada usia 55 tahun, Shin Tae Yong (STY) resmi turun gunung menerima tantangan memimpin skuad Persija Jakarta untuk musim kompetisi 2026/2027.
Keputusan sang pelatih merapat ke ibu kota menjadi babak baru dari rekam jejak panjangnya sebagai arsitek lapangan hijau yang sarat akan mentalitas pemenang.
Lahir dengan insting taktik yang tajam, nama STY meledak di panggung global saat ia memimpin Timnas Korea Selatan di ajang Piala Dunia 2018.
Publik sepak bola dunia tak akan pernah lupa bagaimana racikan strateginya mampu menumbangkan sang raksasa Eropa, Jerman, dengan skor telak 2-0.
Namun, jauh sebelum keajaiban di Rusia tersebut, DNA juaranya telah lebih dulu teruji di level klub.
Ia sukses mengantarkan Seongnam Ilhwa merengkuh takhta bergengsi Liga Champions Asia, serta mengamankan gelar Piala Korea pada musim kompetisi 2010/2011.
Persija kini tercatat sebagai klub profesional ketiga yang ditangani oleh pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Bagi publik Tanah Air, profil STY sudah telanjur lekat dengan sejarah revolusi Skuad Garuda.
Selama masa baktinya sejak awal 2020 hingga Januari 2025, ia mendobrak kebuntuan dengan membawa Timnas Senior lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023 untuk pertama kalinya.
Visi pembinaannya juga terbukti sukses saat mengantarkan skuad U-23 menembus semifinal Piala Asia 2024, yang sekaligus mendongkrak peringkat FIFA Indonesia secara drastis dari posisi 173 ke 137.
Pasca-menyelesaikan tugas kenegaraannya di Indonesia, STY tak lantas menjauh dari lapangan hijau.
Ia sempat dipercaya mengemban jabatan strategis sebagai Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) pada April 2025, duduk sebagai Direktur Sepak Bola Seongnam FC, dan melatih klub Ulsan HD.
Kini, berbekal portofolio mentereng dan pengalaman manajerial yang matang melintasi berbagai kompetisi elite, sang maestro taktik siap menuliskan narasi kejayaan barunya bersama skuad Macan Kemayoran.
BERITA TERKAIT: